Budaya Membaca

Membaca, tentu tak asing lagi untuk kita. Berawal dari percakapan ku dengan salah seorang sepupu yang selalu suka dengan yang namanya buku, anak 10 tahun an, tapi tak pernah bisa melihat buku dianggurin. Sukaaa melihatnya membaca, pernah kutanya kenapa sih dia suka baca? jawabnya sederhana “aku mau jadi anak yang berilmu mbak, biar bisa jadi jalan ke surga buat ayah sama ibuk”. haa seneng deh denger jawabannya.

Ku amati, tradisi membaca itu nampaknya sudah ditanamkan oleh orang tuanya dari kecil. Beliau pun mncontohkannya dengan kebiasaan membaca yang selalu dilakukannya di sela-sela waktu yang sempit. Tradisi membaca yang kurang diminati itu tentu amat disayangkan katanya. Kupikir, Budaya membaca seharusnya tumbuh drai keluarga, tentu dengan orang tua yang memegang peranan utama. si anak tak pernah yang namanya dibatasi untuk bermain, tak pernah dipaksa untuk selalu membaca. Beliau hanya membatasi buku apa yang boleh dibaca anaknya di umur yang segitu.

anak kecil, yang jika ditanya, minta hadiah apa… jawabnya akan selalu “buku ini ini dan ini”, belum pernah ku dengar jawabnya selain itu. ah tentu aku jadi berpikir, coba ya banyak generasi penerus yang seperti itu. Membaca tidak hanya sekedar duduk manis demi mendengarkan guru di sekolah, para orang tua pun seharusnya dapat memberikan contoh dengan meningkatkan intensitas dalam membaca buku, bisa juga koran untuk bahasan – bahasan ringan kepada anak -anaknya.

aaah, semakin semangat untuk membuat perpustakaan pribadišŸ˜€