Berjalan Menembus Batas

Mau mendokumentasikan isi salah satu koleksi buku terbaru aja ah, jujur, saya tertarik membaca buku ini karena judulnya “Berjalan Menembus Batas”. Luar biasa menurut saya, ingin sekali seperti itu.

Buku ini ditulis oleh A. Fuadi, dkk. Sudah ga asing lagi lah dengan nama penulis ini, beliau adalah penulis buku “Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 Warna”. Jadi saya sudah agak mengenal bahasa yang dipakai dalam buku-bukunya yang mungkin memang tidak masuk ke dalam kategori penulis favorit saya. Tidak memperdulikan itu kali ini, saya justru tertarik dengan apa yang akan dibahas dalam buku “Berjalan Menembus Batas”. Buku yang tipis, hanya 169 halaman, tapi keren menurut saya jika dibandingkan dengan buku-bukunya sebelumnya🙂

Teringat dengan apa yang dibilang oleh Imam Syafi’i

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”

Saya selalu suka dengan pesan itu, saya pikir kita memang harus berusaha keras jika ingin mendapatkan apa yang akan kita citakan. Bermimpi tapi tanpa usaha, hasilnya??

Memang benar kalo A.Fuadi mengatakan bahwa kunci keberhasilan menggapai cita-cita adalah kombinasi antara man jadda wajada, man shabara zhafira, do’a dan keikhlasan. Sungguh-sungguh tanpa do’a tidak lengkap. Sungguh-sungguh dan berdo’a tidak akan sempurna tanpa keikhlasan.

Sungguh-sungguh kan berarti mengusahakan apapun itu impian baik kita dengan energi dan usaha yang ekstra, jika bisa maka usahakan melebihi usaha rata-rata orang lain.

Kembali ke buku ini, buku ini disajikan dalam tiga bagian yaitu :

1.) Bagaimana kita terus berjuang dalam kondisi melawan keterbatasan harta

2.) Bagaimana kita terus berjuang dalam kondisi menahan rasa sakit

3.) Bagaimana kita terus berjuang dalam kondisi menembus batas usaha

Masing-masing bagian tersebut digambarkan dengan beberapa kisah yang saya yakin bisa menggugah kita. bagaimana semangat kita akan terus berjalan menembus batas, untuk terus berusaha, bersabar yang aktif dan berdo’a, demi meraih impian yang tinggi. Jangan pernag remehkan impian kita yang setinggi apapun, karena sungguh Allah itu Maha Mendengar. Seperti kata Arai dalam tetralogi Laskar Pelangi “Bermimpilah, maka sesungguhnya Tuhan akan memeluk mimpi kita”

Kita tidak akan tahu akan sampe mana perjalanan hidup kita, dengan macam lika-liku yang bagaimana, kita hanya tahu bahwa tujuan akhir kita adalah khusnul khotimah. Amiin