Sunset Bersama Rosie

Sedikit mau review salah satu buku yang ditulis oleh Tere Liye yang judulnya Sunset Bersama Rosie. Saya menemukan ada yang lain dengan tulisan Om Tere😀 membaca buku Tere Liye itu harus sabar. Yang saya suka, penulis ini mampu menahan pembacanya untuk bertahan hingga akhir. Tulisannya berjalan lambat di awal tetapi hentakannya itu berasa hingga akhir. Terkadang Om Tere ini mebuat alur yang mundur atau terkadang di combine . Itu yang menurutku membedakannya dengan penulis lain.

Kembali ke judul buku yang mau direview, buku ini digambarkan dengan beberapa kota yang amat kontras. Jakarta dengan kepongahannya. Jimbaran, Bali dengan keindahannya. Dan Gili Trawangan dengan suasana yang digambarkan amat memukau. Luar biasa, lebih menarik daripada hanya membahas suatu negara di luar🙂

Yang membuat saya kaget, ternyata buku ini berawal dari kejadian bom Bali di Jimbaran yang notabene banyak korban di dalam peristiwa tersebut. Seorang bernama Tegar, pemuda dari Gili, yang berada di Jakarta untuk mengubur semua masa lalunya tengah vicon dengan pasangan pengelola resort di Gili beserta empat bidadarinya yang seperti bunga. pasangan itu adalah Nathan dan Rosie, 4 bidadarinya adalah : Anggrek, Sakura, Jasmine & Lili.

Keluarga itu sedang memperingati ulang tahun perkawinan mereka yang ke-13 di Jimbaran, Bali. Dan Tegar selalu diikutkan di kebahagiaan keluarga itu, meskipun hanya dari jauh. Hingga akhirnya pesta itu merenggut nyawa Nathan. 4 bidadari itu kehilangan sosok ayah. Tidak cuma itu, anak2 itu juga kehilangan ibu, Rosie, karena Rosie harus berada di tempat rehabilitasi akibat depresi berat selama 2 tahun lebih.

Hadirlah Tegar, sesosok paman yang super, keren, dan hebat. Yang membiarkan hari pertunangannya dengan Sekar di jakarta, batal. hanya karena rasa yang entahlah apa itu namanya, merawat dan bersama 4 anak2 itu tinggal di Gili.

Membiarkan Sekar di Jakarta tidak hanya sehari dua hari, berminggu2, tetapi bahkan bertahun2. Meyakini dan menunggu bahwa Tegar akan datang suatu saat nanti jika Rosie sembuh.

Ah, tegar pun sebenarnya tidak tahu. Dia menganggap bahwa dia sudah tidak lagi mencintai Rosie, dia hanya memposisikan diri sebagai sahabat Rosie dan Nathan. Yang harus ada di saat keluarga mereka membutuhkannya. Novel ini berbicara tentang kesempatan & keputusan. Tegar yang tidak pernah mengambil kesempatan untuk mengatakan perasaannya kepada Rosie dan memutuskan untuk membiarkan Rosie dan Nathan menikah dan membuat dirinya sendiri terpuruk, tenggelam dalam belasan jam untuk menyibukkan diri di kantor.

Kejadian di Jimbaran itu merubah semuanya. Anggrek yang mulai mengerti dengan tanggung jawabnya, Sakura yang sudah mulai bisa menggunakan tangan kirinya untuk bermain bioala, Jasmine dengan hatinya yang lembut, dan Lili yang sampe umur 2 tahun belum juga mengeluarkan satupun kalimat di depan orang lain (tetapi hanya Jasmine yang mengerti arti tatapan mata Lili).

2 tahun sejak kejadian itu, Tegar akhirnya dipertemukan dengan Linda (sekretarisnya di kantor dahulu, sekaligus sepupu dari Sekar). dari Linda lah, Tegar diingatkan bahwa dia masih meninggalkan harapan untuk seorang perempuan di Jakarta. Harapan yang membuat perempuan itu melewati malam-malam yang penuh penantian . Lantas apakah Tegar masih sanggup untuk memenuhi janjinya kepada Sekar? Apakah cintanya kepada Rosie bisa tergantikan? Silahkan dibaca sendiri yaaa….

***

Overall buku ini bagus. Kita ditunjukkan bagaimana harus berdamai dengan masa lalu. Om Tere juga menyajikan bagaimana mendidik anak-anak dengan baik. Tetapi, ada satu hal yang saya kurang. Tokoh Tegar, seorang yang sangat penyayang dan helpfull banget. Tetapi meninggalkan Sekar dalam kurun waktu yang lama. Entah ya, kok jadi sedikit menghilangkan simpati saya ke Tegar.

Ah, memang harusnya Tegar  tidak perlu tau semua rahasia itu…