Sendiri? Melaju saja, bismillah

Pernah membaca untaian kalimat Imam Hasan Al Bashri?

Orang beriman itu, di dunia seperti orang asing. Tidak gelisah dengan kemiskinannya, tapi tidak terkejar kemuliaannya. Orang-orang punya keadaannya, dan dia punya keadaannya sendiri”

Sungguh beruntung jika kita mampu menjadi orang seperti itu. Tentu di dalam perjalanan ini, banyak kejadian demi kejadian yang kita jumpai. Seperti kata banyak orang, setiap masa itu ada kisahnya. Yang nanti akan menjadi bagian episode perjalanan dari setiap orang. Yang terpenting dari kisah ituadalah apakah kita bisa menyertai perjalanan ini sebagai seorang Muslim.

Menurut saya, ini bukan merupakan sebuah hal yang sederhana. Bukan hanya sekedar kita bisa menaklukkan tantangan-tantangan baru yang ada di depan kita, bagaimana kita tetap bisa survive dalam menjaladi episode kehidupan ini. Tidak ada artinya jika kemusliman kita dalam kondisi diam.

Terkadang kita ada di posisi yang tidak sesuai dengan kemusliman kita. Tetapi seharusnya kita bisa mempunyai sikap yang benar, tegas, dan sesuai dengan status kemusliman kita. Di depan kita pasti sudah terhadang peta yang sangat luas. Dalam menjelajah peta itu, akan ada 3 unsur yang mempengaruhi perjalanan kita dalam melajukan kemusliman kita, yaitu : diri kita sendiri, lingkungan kolektif yang mempengaruhi, dan Islam itu sendiri (mungkin bisa jadi ada yang lain).

Mungkin, suatu saat kita akan dihadapkan pada kondisi dimana kita harus berlari sendiri dalam menjaga sebuah kemusliman. Padahal mungkin jika bisa berlari bersama maka akan sangat terasa ringan. Karena kita bisa saling menopang, mendukung dan menguatkan. Semakin terjaga kemusliman kita. Tetapi, tidak setiap kondisi kita bisa melajukan kemusliman kita secara bersama-sama. Susah, tapi harus dicoba🙂