Cerita Qurban

Berbagi cerita sedikit saja, dari tweet temen, yang menurut saya patut kita renungkan bersama. Semoga bisa jadi pengingat untuk yang membaca🙂

Pas dengan moment menjelang Idul Adha, yaitu qurban. Mungkin bukan bagaimana sejarah qurban yang akan saya tulis di sini. Tapi lebih ke arah, apa hati kita sudah tergerak untuk ber qurban? Mengingat kita pasti sudah tau makna apa sih yang ada di dalam anjuran untuk berqurban di tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Anaknya kawan saya, namanya Fia, masih kelas 6 SD. Kemarin, dia datang ke umminya dengan muka yang muram.

Fia : Mi, Fia baru buka celengan Fia. Cuma dapet 1,1 juta. Ummi tambahin 300ribu ya mi. Fia pinjem deh mi. Boleh ya mi? *pintanya dengan muka yang melas

Ummi : Lho buat apa, Nak? *dengan wajah yang bingung

Fia : Fia mau qurban mi. Fia mau ikut dapet pahala mi dengan berqurban. boleh ya mi ya, please *matanya berkaca-kaca

Ummi : Fia dapet uang darimana Nak? Kok tabungannya sebanyak itu?

Fia : Dari uang jajan Fia, mi. Kalo abi kasih uang juga Fia tabung, mi *dengan muka yang sangat polos

Subhanallah, merinding saya dengernya. Bisa dibayangkan ya betapa haru dan bersyukurnya temen itu punya anak seperti Fia. Tertampar ga? Saya inget, se umur Fia dulu, belum terbersit keinginan untuk ber qurban. Seorang Fia, yang masih kecil, sudah mampu untuk me manage keuangannya dengan menyisihkan uang jajannya, menahan dirinya berbulan – bulan agar bisa ber qurban. Berapa sih uang saku anak SD? Tidak sebanyak kita sekarang tentunya…

Berpikir, kita bisa menghabiskan ratusan ribu hingga ada yang sampe berjuta uang untuk membeli keperluannya. Sementara, azzam ber qurban belum ada di diri. Tidak malukah kita? #talk to my self juga ini

Bahkan seorang istri tukang becak pun, mengumpulkan koin demi koin, lembar demi lembar dari penghasilan suaminya, sampe beberapa tahun hingga akhirnya dia bisa berqurban. memenuhi azzam nya untuk ber qurban. Betapa suatu keinginan itu memang harus disertai dengan ikhtiar untuk merealisasikannya?🙂

Belajar itu bisa darimana saja kawan, termasuk dari Fia kecil yang masih belum baligh. Selamat menyambut makna Idul Adha yaaa, persiapkan diri jugaaa untuk beribadah kepada-Nya…