Review Buku : Meniti Bianglala – The Five People You Meet in Heaven

Judul : The Five People You Meet in Heaven

Penulis : Mitch Albom

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 208 halaman

Harga : 34,000 (www.inibuku.com)

==================================

Belajar memaknai hidup. itu yang saya tangkap dari buku yang tergolong susah untuk dicari ini. Buku ini mmberikan pelajaran kepada kita belajar mengenai hidup dari seseorang yang sudah mati. beberapa toko buku saya datangi untuk mencari toko buku ini. tetapi pada akhirnya saya mendapatkannya di sebuah toko buku online.

Dengan tokoh utama Eddie. Eddie Maintenance, orang menyebutnya. Nama aslinya Edward. Eddie menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menjaga, memperbaiki dan merawat semua wahana yang ada di Ruby Pear, sebuah taman bermain di dekat pantai dan dermaga di Amerika. Hidup Eddie penuh dengan kesepian dan penyesalan ditambah rutinitas kerjanya yang sama setiap hari.
Pada ulang tahunnya yang ke-83, Eddie meninggal, tepatnya karena kecelakaan tragis demi menyelamatkan seorang gadis kecil dari wahana yang rusak. Dikatakan bahwa saat mengembuskan napas terkahir terasa oleh Eddie sepasang tangan kecil yang menggenggam tangannya. Hingga mati, Eddie pun tidak mengetahui Apakah dia berhasil menyelamatkan gadis kecil yang membawanya kepada kematian?”. Di alam baka, Eddie bertemu dengan lima orang, yang telah menunggunya, yang nantinya akan menjelaskan kepada Eddie tentang arti hidupnya. Yang tidak bisa kita tebak, ternyata lima orang tersebut adalah orang-orang yang mau tidak mau ada di dalam kehidupannya, tanpa Eddie sadari. Dari buku tersebut, saya sih menangkapnya, kelima orang tersebut ada yang berhubungan dekat dengan Eddie dan bakan ada yang Eddie tak mengenalnya.

Hmm, saya tidak akan menceritakan di sini, bagaimana detail kisah lima orang yang ditemui oleh Albom di dalam alam baka yang dia temui🙂 Pada intinya ke lima orang tersebut mengajarkan hal yang berbeda di dalam hidup. Berikut kilasnya :

Orang pertama -> “The Blue Man” yang mengajarkan bahwa suatu kejadian bisa merupakan kesedihan bagi satu orang dan merupakan kebahagiaan orang lain.

Orang kedua -> Kapten perangnya ketika di Filipina dulu yang mengajarkan tentang sebuah pengorbanan.

Orang ketiga -> Ruby Pear, si empunya taman bermain Ruby Pear tempat Eddie bekerja yang mengajarkan tentang arti memaafkan, Eddie harus berusaha memaafkan ayahnya

Orang keempat -> Marguerite, istri Eddie. Istrinya mengajarkan kepada Eddie tentang cinta, bahwa cinta itu tidak akan pernah ada akhirnya

Orang kelima -> bagian inilah yang membuat saya merasa tidak akan pernah menyesal telah mengikuti Albom menulis. Di sini, Eddie bertemu dengan gadis kecil dengan kulit buruk yang penuh dengan luka bakar. Gadis ini adalah korban dari pembakaran markas musuh yang dilakukan Eddie pada saat perang di Filipina. gadis kecil ini tidak pernah merasa marah kepada Eddie yang telah membakarnya. Namanya, Tala. Tala lah yang mengajarkan kepada Eddie bahwa hidup Eddie tidak pernah sia-sia. Justru jasa Eddie dirasakan oleh semua orang karena bayangkan jika wahana bermain itu tidak ada yang merawat maka akan mencelakakan banyak orang. Dari Tala pula lah, Eddie tau bahwa kematian tragisnya mampu menyelamatkan seorang gadis kecil yang ditolong Eddie menjelang kematiannya.

Sebuah buku fiktif, yang menurut saya Albom pun memang tidak bisa menjelaskan dengan sempurna bagaimana alam baka itu. Albom hanya menggambarkan kehidupan setelah mati itu dari pikirannya saja. Terlepas dari situ, buku ini mengajarkan kepada kita cara memaknai hidup kita. Mungkin ada cara yang berbeda, dalam memaknai hidup kita yang dikaruniakan Tuhan kepada kita. Sekali lagi saya salut dengan tema – tema buku yang ditulis oleh Mitch Albom. Bukan sebuah tema yang biasa. Berhubungan dengan kehidupan dan kematian dengan halaman yang tipis. Ah, saya wajib punya karya Albom yang lainnya !!!😀