Review Buku : Ketika Mas Gagah Pergi…dan Kembali

Kali ini yang direview adalah buku pinjaman. Buku ini kupinjam dari Mba Ita😀 Terimakasih ya mba sudah bersedia meminjamkan bukunya. Hanya butuh waktu semalam aku menghabiskannya.

Kumpulan cerpen, ya buku Mba Helvy ini berisi kumpulan – kumpulan cerpen yang sarat makna. Tetapi saya tidak ingin bercerita isi semua cerpen, saya hanya akan mereview cerpen yang paling saya suka #kembali ini relatif tergantung pembaca ya🙂

Saya pikir, buku ini adalah novel utuh kelanjutan dari cerpen Ketika Mas Gagah Pergi yang pernah saya baca sebelumnya. Ternyata saya salah besar. Dan ternyata di dalam buku ini ada cerita tersebut tetapi hanya mendapat tambahan cerita sedikit dan judulnya menjadi “Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali”. Cerpen inilah yang paling berkesan menurut saya. Pertama, agak subyektif sih, mba Helvy mengingatkan saya dengan kampus tercinta. Rasanya baru setahun lalu saya meninggalkan kampus tercinta di Depok itu, dan sekarang Mba Helvy membuat saya seperti berada di kampus kuning itu. Berjalan di pinggiran danau. Walau mungkin cerpen ini background nya FIB dan fakultas saya ada di sebelahnya FIB dengan menyeberangi jembatan Teksas🙂. Kedua, karena ada sosok super yang diciptakan Mba Helvy di cerpen ini. sosok itu bukan mas Gagah, tapi justru sosok Yudistira, karakternya kuat banget. Salut dengan gaya dakwahnya yang di luar dakwah biasanya. Dimanapun, dia menyampaikan kebaikan, dengan semangat. tidak peduli, apakah dia akan di liat orang ataukah tidak. Di metro mini misalnya, orang mungkin pada awalnya akan berpikir itu orang yang meminta sumbangan, tetapi ternyata bukan.

Gaya sastra yang dipakai Mba Helvy ternyata belum berubah. Beliau tetap dengan gayanya, mensyiarkan islam itu dengan sederhana. dengan bacaan-bacaan ringan yang bisa nyetrum semua kalangan.

Top deh buat Mba Helvy yang bisa menciptakan karakter Yudistira di cerpen yang menurut saya paling berkesan. Wajar saja jika cerpen ini menjadi judul dari buku kumpulan cerpen ini. Untuk cerpen yang lainnya, biasa saja, tapi tetap penuh makna kok🙂