Review Buku : Quarter Life Dilemma

Buku ini menceritakan tentang cinta, karir dan persahabatan. Pertama kali melihat cover dan judulnya, saya langsung mikir “ini mungkin ceritanya tentang seseorang yang usianya 25 tahun an gitu kali ya, yang lagi bingung memahami apa sih sebenarnya yang dicari di umur segitu”.

Dan ternyata benaaar😀 Adalah Ine puspitasari, seorang perempuan muda berusia 26 tahun yang cantik, modis, supel, prestasinya mengagumkan dan masih belum menikah.

Ine adalah sahabat dari Belinda di buku Quarter Life Fear, tetapi saya belum membacanya. Perempuan muda, di umur segitu, tetapi sudah menjadi creative director di sebuah perusahaan Agency. bagaimana orang lain tidak merasa iri terhadapnya, memuji-muji sambil melontarkan kata penuh iri. Tetapi Ine sendiri sebenarnya bisa dibilang tidak bahagia. Menurut saya, Ine ini terkena sindrom “what are you looking for in life”. Apa sih sebenarnya yang dia inginkan. Karir sudah sedemikian tingginya, apakah dia ingin mempunyai perusahaan Agency sendiri? Atau apakah dia ingin seperti Belinda, sahabat baiknya yang sudah menikah dan sedang hamil, menikah dengan seorang lelaki yang memujanya dan kemudian memiliki anak-anak yang rupawan dan jelita. Entahlah, Ine tetap belum menemukan kebahagiaan itu. Dia tidak tau…

Kalau tidak tahu kapan kita bahagia, memang kita tidak akan bahagia. mau berbahagia? Resepnya gampang. mulailah mencoba untuk bahagia sekarang juga” (hal.80)

“…Mungkin mendengarkan masalah orang lain akan membuatku lebih bahagia? lebih lega? Ironis sekali, memang. kenapa sih manusia cenderung membandingkan diri dengan sesama? kalau kebetulan kita berada di pihak yang unggul, rasanya jumawa, ingin pamer. Kalau kebetulan kita berada di pihak yang tidak beruntung, kita bakal iri sampai nyaris tewas. Seakan manusia bergantung pada pihak lain untuk merasa bahagia atau merana”

Ine berkantor di jakarta dan Belinda tinggal di Bandung bersama suaminya. Dengan Belinda lah cerita tentang persahabatan ini diangkat. Betapa Ine harus menuruti ngidamnya Belinda yang super aneh. Tetiba meminta Ine ke Bandung, menemaninya belanja baju bayi, padahal koleksinya sudah sangat amat banyak. Menemani Belinda ke restoran-restoran yang diinginkan Belinda. Betapa persahabatan di sini menjadi sangat penting. Ine dihadapkan pilihan, apakah dia harus memilih sahabat atau memilih karirnya? Dia harus memilih salah satu. Bagaimana kisah cinta Ine kemudian? Silahkan membaca buku ini sendiri yaa…

Terkadang, dalam hidup, kamu sudah tau jalan apa yang mau kamu tempuh. apa yang kamu inginkan. daripada bingung memikirkan apa yang mau kamu pilih karena takut salah, bukankah lebih baik kamu pilih salah satu yang menurutmu terbaik saat ini dan konsisten pada pilihan itu?”

For the last, buku ini lucu siih. ada beberapa hal yang konyol. Tetapi ga bikin ketawa sampe ngakak-ngakak juga sih😀 ada beberapa bagian yang sebenarnya saya bingung, ini diceritakan untuk apa sih ya. Tapi ya cukup mengena sih tentang pesan apa sih yang bisa kita ambil dari tulisan Mba Donna ini. ringan dan bagus🙂