Review Buku : Rumah Seribu Malaikat

Rumah Seribu MalaikatYa, akhirnya saya selesai membaca buku ini. Awalnya saya niat membeli buku ini karena penasaran, seperti apa sih sosok sepasang suami istri yang rela dan ikhlas merawat belasan anak angkat. Tidak pernah mengeluh. Kok ada ya suami istri yang sedemikian rupa? Finally, i’ve bougt the book. Dan alhamd, diskonnya lumayan gede🙂

Yuli dan Badawi. Itulah nama pasangan suami istri yang berhati malaikat itu. Sepasang suami istri yang sangat sederhana hidupnya. bukan sebuah keluarga yang melimpah. 5 kali tawaran untuk mengangkat anak, tapi ditolak oleh pasangan Badawi dan Yuli. Dan ternyata ada tawaran yang ke-6 kalinya. Berawal dari situlah, pengangkatan anak terus saja dilakukan oleh pasangan Yuli dan Badawi ini. Mereka mengangkat anak bukan karena tidak punya anak kandung, mereka punya anak kandung, 4 orang. tawaran untuk mengangkat anak semakin banyak. Adalah Mak Atik, yang biasanya menolong orang melahirkan, dari dialah pasangan Badawi mendapatkan banyak tawaran untuk mengangkat anak.

Belasan anak angkat ada di rumah pasangan Badawi itu, pindah dari rumah kontrakan yang satu ke rumah kontrakan yang lain. Sebelum akhirnya Allah memberikannya rumah yang sangat layak untuk mereka tinggali bersama anak angkatnya. Anak-anak angkat dari berbagai latar belakang, mereka rawat, mereka asuh, mereka pun punya metode sendiri dalam mendidik anak-anaknya. Pasangan Badawi tidak pernah memutuskan nasab anak angkat tersebut dengan orang tua kandungnya.

Pasangan Badawi tidak pernah mengharapkan belas kasih dari orang lain. Anak-anak itu tidak pernah dibedakan baik antara anak kandung ataupun anak angkat. Makanan yang mereka makan pun sama, uang jajan pun tidak pernah dibedakan, bahkan dokter untuk anak-anaknya pun tidak pernah dibedakan. Tetapi Allah itu sungguh adil, selalu saja ada sahabat-sahabat mereka yang berbaik hati. Mengirimkan sayur, mengirimkan mesin cuci, dan bahkan membantu mencarikan khodimah (pembantu rumah tangga).

Seperti apa pasangan Badawi dan bagaimana mereka membesarkan anak-anak mereka yang belasan itu? Silahkan baca buku ini🙂

Hmm, sebenarnya buku ini bagus. Mungkin saya akan memberikan bintang 5 jika buku ini ditulis dengan lebih baik lagi🙂 Saya sempat bingung membaca buku ini, agak loncat – loncat, dan jujur tidak nyaman jadinya membacanya. Dan mungkin perlu dikurangi bahasan-bahasan yang mungkin diulang dan dirasa tidak perlu. Selain itu cetakannya mungkin ya, di halaman-halaman setengah yang terakhir berbayang gitu tulisannya. Ini yang saya alami loh yaaa. Tapi terlepas dari itu semua, jempol untuk keluarga dahsyat ini😀 Semoga penulis bisa terus berkarya yah ke depannya….

Perjalanan hidup manusia dari lahir hingga akhir hayat telah diatur oleh Allah. Dialah Tuhan yang akan menjamin kehidupan hamba-hamba-Nya dan tak akan menelantarkan. Setiap ketetapan yang datang dari-Nya tak ada yang bertujuan buruk, meski tak selalu nyaman buat manusianya” (hal.162)