Review Buku : Dan Hujan Pun Berhenti

Dan Hujan Pun BerhentiTahu buku ini sudah lama siih, tertarik dengan cover bukunya yang bagus itu. Tapi belum beli juga, hingga akhirnya dapet pinjaman deh😀

Apa ya? Mulai baca buku ini sebenarnya udah dari bulan Desember lalu. Tapi entahlah, di tengah membacanya, buku ini tergeser dengan buku lain yang ada di rak buku. hehehe…

Satu bintang untuk covernya. Baguuuus dan lucu🙂

Di tengah membaca buku ini, saya sempat merasa capek. Pusing dengan penulisan CAPSLOCK yang lumayan banyak. membuatku tak enjoy dalam membacanya. Seperti itukah kehidupan remaja SMA kira-kira? Rasanya serem banget. Ribut, adu jotos, bunuh diri, pembunuhan. Seringkali mendengar orang bilang “emang remaja jaman sekarang itu ya ga punya sopan, suka ini suka itu, tawuran, dsb”. Mengenaskan toh?😀 Padahal menurut saya, hal tersebut ga mutlak benar siiih. Remaja sekarang tentu berbeda dengan dahulu. Dari teknologi saja sudah berbeda, pemikiran mereka juga sudah berbeda. Pasti lah remaja sekarang ini akan jauh lebih reaktif daripada jaman dahulu. Jaman ibu bapak saya remaja mungkin? hehehe… Yah mungkin, orang tua lah yang mungkin harus berperan utuh di sini dalam menyikapi anak-anak yang remaja. Yang notabene dengan gampang akan menemukan lingkungan barunya, mereka tidak ingin diacuhkan, mereka ingin diperhatikan.

Yang membuat saya bertahan membaca buku ini hingga selesai adalah saya penasaran dengan endingnya. huehehhe… Tidak bisa saya tebak. Leo, Spiza, di buku ini. Mereka para remaja yang digambarkan oleh Farida, bagaimana para orang tua menyikapinya? Saya belum jadi orang tua siiih😀

Oke Farida, ditunggu karya2 berikutnya yah🙂