Bismillah, Kami Menikah

Bukan sebuah kisah yang menakjubkan. Tapi ini adalah bagian dari perjalanan, sebuah bagian yang mengubah banyak hal. Hal yang baik tentunya🙂

14 Desember 2010

Di sana kami bertemu, Prodia Jakarta. Bukan, bukan karena kami sama2 pasien yang tengah sakit. Tapi kami sama2 tengah menjalani salah satu step dalam memasuki sebuah perusahaan listrik. Biasa kan ngobrol bareng2 bergerombol berbagi pengalaman, di dalem diapain aja sama dokter, sembari nunggu giliran kami masing – masing. Sungguh, kami tidak langsung kenalan. Dia bersama gerombolannya, dan saya juga bersama gerombolan saya. Tetapi tak tau, tiba2 dia muncul, mungkin tertarik dengan pembicaraan kami yang memake bahasa jowo😀 ngobrol ngobrol ngobrol, dia kenalan sama masing2, dan tiba lah giliran ku. hihihi…

Saya : Emang darimana asalnya?

Dia : Surabaya, kamu?

Saya : Walah tetangga, tapi saya Lamongan..

Dia : Oooh , kuliah dimana dulu? Unair? (ini nih yang masih teringat sampe sekarang :p)

Saya : Engga, UI…

hanya sebatas itu obrolan kami. Oiya, ada satu lagi. Dia bertanya pada saat itu aku sedang kerja dimana.

Aku nomor urut 25, dan dia 30an (akhir2). Jadi wajar kalo saya meninggalkan Prodia duluan. Tanpa babibu, tanpa merasa kami harus bertukar nomor telepon. huehehe…

16 Desember 2010

Kami berteman di fb. Saya, dia, dan beberapa teman lain segerombolan saat di prodia. Just that🙂

19 Januari 2011

Adalah jadwal dimana para peserta yang lolos medical check-up harus melanjutkan tahap test yang namanya interview user. Pada hari itu, saya baru tau jika dia juga sebenarnya lolos untuk mengikuti tahap wawancara, tetapi dia tak datang. kabarnya dia sudah diterima di perusahaan lain. hihihi…

Ya, dan kami hanya sekali bertemu di Prodia. Setelahnya ya bye bye. hehehe… Ditambah Jakarta dan Surabaya, sangatlah kecil kemungkinan kita akan ketemu papasan di jalan, dsb. Tidak pernah terlintas kami akan janjian untuk ketemu kapan dan dimana. Hingga sampai pada…

19 April 2011

Saya akhirnya harus meninggalkan Jakarta. Bukan, bukan untuk menemui dia. Wong kami ga ada apa2 sama sekali. Kabar2 juga enggak, hanya mungkin sesekali kami comment di status fb, sesekali dan itu pun tidak ada indikasi ke arah muda mudi yang saling suka (protes2 ini suami saya kalo baca, hakhak :P). Tapi karena saya harus menuju tempat dimana perusahaan menempatkan saya dalam bekerja🙂

25 September 2011

Wiken itu saya memang ke Surabaya, silaturrahim ke salah seorang sahabat dekat waktu SMA. Berangkat dari Pasuruan Sabtu dini hari. dan dijemput sahabat di terminal dengan motornya. Hingga kemudian, hari Ahad sore saya harus kembali ke Pasuruan.

Sungguh, tidak ada sedikitpun agenda saya untuk ketemu dengan si dia (yang sekarang adalah suami). Karena, murni dari awal niat saya hanya akan meripresh sejenak otak bersama sahabat. Tapi percayakah? Saya bertemu dengan dia di ruang tunggu terminal tersebut pada saat akan kembali ke Pasuruan hari Ahad malam. Just that. Bertemu, sharing, wajar kan pernah kenal terus tetiba bertemu lagi. Kami ngobrol, banyak hal, tetapi tidak ada tendensi ke arah suka suka an. Ternyata saya memang orang yang ga peduli banget yah, hihihi kebiasaan kalo sama cowok ya memang super duper cuek😀 Saya baru tau bahwa saat itu, dia tengah menempuh pendidikan profesi dan magister akuntansi di sebuah kampus negeri di Malang. Ah, memang hanya itu. Hanya sebuah silaturrahim biasa. Saya pulang ke Pasuruan, karena tak mau juga sampe kostan kemalaman. Saya hanya berpikir, alhamd dipertemukan lagi dengan salah seorang saudara di sini. Semoga apapun yang sedang dia hadapi semuanya lancar🙂 Itu do’a saya pada saat itu.

Februari 2012

Di bulan ini  kami memang sesekali berkirim kabar. Mungkin background pendidikan kami yang sama. jadi terkadang apa yang sedang dia bahas, mengingatkanku kembali pada cita2 ku untuk kembali ke kampus.

Juni 2012

Akhirnya halaman rumahku pun menjadi saksi akan datangnya calon penghuni baru di rumah kecil itu. Kuperkenalkan ke ibu bapak, siapa orang yang akhirnya aku pilih, calon menantu mereka. Bukan, berharapnya dia bukan orang yang akan membawaku pergi dari ibuku. Tapi justru dia akan menjadi anak ibuku juga yang senantiasa sayang seperti layaknya kepada ibunya sendiri. Semoga dia yang terbaik🙂

27 Oktober 2012

Dia datang bersama keluarganya, dan mulai hari itu, resmi, tidak ada yang boleh melamarku tanpa mendapatkan kerelaan dia🙂

16 Maret 2013

Bismillah, kami menikah🙂 Bahkan sampe kini pun kami masih geleng2, kamu siapa saya siapa. Dulu kami bukan siapa2. Dan satu dua pun di antara 2 keluarga ini saling kenal, oh ternyata kenal ini juga, itu juga, dll… Ya, dan banyak orang bilang “kalo memang sudah jodoh itu ga ada yang tahu ya jalannya seperti apa”. saya yang anti cowok sebelumnya, takluk juga akhirnya dengan dia. hihihi

Baru saja pelayaran ini dimulai, menuju mardhotillah. Bersamanya, my wonderful man😉

Untuk teman2, tak usah takut menikah. Allah akan mencukupkan rizki kita, tak perlu khawatir. hehehe…