Surat Dahlan

Surat DahlanJudul : Surat Dahlan

Penulis : Khrisna Pabichara

Penerbit : Noura Books

Pak Dahlan,,, membaca prolog di buku ini entah kenapa ada yang terasa bergetar di diri saya. Membayangkan anda usai menjalani operasi transplantasi hati. Sakit. Dimana mengeluh pun anda tak mau. Karena dengan terus menerus mnegeluh, itu akan menambah rasa sakit. Nice🙂

Ya, ini buku ke-2 dari novelisasi kehidupan Dahlan, setelah buku pertamanya Sepatu Dahlan.

Jika anda sudah membaca ke-dua buku novelisasi kehidupan pak DaIs ini, anda akan tahu dimana perbedaannya. Kalo Sepatu Dahlan menceritakan kehidupan DaIs ketika masih kecil di Kebon Dalem, bagaimana dia kehilangan ibu yang sangat dicintainya, dan  kehidupannya hingga bangku SMA. Maka, di buku Surat Dahlan ini, anda tak akan menemukan itu. Buku ini menceritakan kehidupan Dahlan di bangku kuliah di Samarinda hingga nantinya dia bisa duduk di Jawa Pos. Dahlan yang sedang mencari cinta dan jati diri *itu yang saya tangkap😀

Anda tahu kenapa judul novel ini Surat Dahlan? karena di buku ini banyak sekali surat – surat yang diterima Dahlan dari Aisha, kekasih hatinya sejak di Kebon Dalem. Saya sempet bingung bacanya, hehehe dan tidak menikmatinya *subyektif loh ya…

Pak Dahlan, yang saya tangkap di sini, tampaknya hatinya sedang berontak. Di bangku kuliah, Dahlan seperti orang yang tak kerasan,  berpikir bagaimana nasib cinta dan masa depannya.  Ruang hatinya masih dipenuhi nama Aisha, tetapi di sisi lain dia juga tak yakin dengan masa depannya bersama Aisha. Dahlan lebih suka berada di organisasi PII (Persatuan Islam Indonesia) daripada harus duduk manis di kelas perkuliahan. Di sini lah sebenarnya bagian yang seru, bagaimana Dahlan dan teman – temannya demo dan dikejar – kejar aparat, hingga ada 2 orang temannya yang tertangkap polisi. Tetapi ku rasa ada bagian yang hilang setelah bagian ini. Khrisna tak menceritakan seperti apa dampak psikologis yang diterima Dahlan dan teman – temannya akibat kejaran dan penangkapan aparat.

Sampe pada Dahlan akhirnya memutuskan untuk menikahi seorang wanita yang nantinya akan membawa kesuksesan dirinya. Dan itu bukan Aisha. Tetapi Nafsiah, teman ketika di PII🙂

Novel ini juga menceritakan bagaimana akhirnya Dahlan berkiprah di Tempo, hingga kemudian Jawa Pos. Dengan semua perjuangannya.

Khrisna ingin menggugah hati kita dengan kehidupan masa muda Dahlan. bagaimana perjuangannya untuk menjadi sukses. Tetapi, i think Sepatu Dahlan lebih inspiratif, lebih ngena di hati🙂 Ah terlepas dari itu, Dahlan tetaplah sosok yang luar biasa yang saya lihat !!! Bintang 3 untuk Surat Dahlan.

Menunggu buku yang ke-3 dari novelisasi kehidupan Dahlan…